k Mentari Dari Turki

Mentari Dari Turki Turki

July 31, 2017

Press Release
Jakarta, 31 Juli 2017

GERAKAN BERBAGI MENTARI DARI TURKI

28-30 Juli, dengan memegang spirit “Berbakti, Bersinergi, dan Menginspirasi untuk Negeri”, kegiatan Mentari dari Turki sukses terlaksana. Merupakan bagian dari program kerja Departemen Sosial dan Kesejahteraan Pelajar (SKP) PPI Turki, kegiatan ini terkonsep layaknya KKN singkat. Desa Mekarmanik, desa pelosok minim fasilitas yang terletak di Kecamatan Bojongmanik, Lebak, Banten dan berjarak 44 km dari kabupaten itu menjadi desa binaan. Usamah Taqiyuddin, ketua panitia sekaligus Ketua Departemen SKP yang merupakan mahasiswa sarjana jurusan Ilmu Politik dan Administrasi Publik Uludag University Turki, menerangkan bahwa kegiatan ini adalah bukti bakti mahasiswa Turki terhadap negeri, dan langkah kecil dalam mewujudkan Indonesia sejahtera melalui gerakan berbagi.

Secara non-stop Mentari dari Turki berbagi melalui segala lini. 24 orang tim beserta relawan memulai rangkaian kegiatan dengan membagikan ilmu dan pengalaman lewat mengajar. Kurang lebih 100 siswa SDN 02 Mekarmanik, satu dari dua SD yang berada di desa tersebut, ikut belajar bersama. Tim dan relawan memberikan pendidikan dasar tentang Indonesia, pendidikan moral, permainan edukatif, serta postcards berisikan pesan semangat dari rekan pelajar. Antusiasme para siswa yang kebanyakan hanya beralaskan sandal jepit ke sekolah itu tergambar jelas lewat pesan balasan sampai tawa girang selama acara.

Melalui ramah tamah, tim dan relawan berbagi cerita bersama warga. Tentang harapan dan keluh kesah, seperti keinginan perbaikan jalan yang rusak parah, adanya MCK layak guna, kemajuan pertanian dan perekonomian, masih sangat kurangnya lembaga pendidikan bederta SDM pengajar dan akses informasi, BPJS yang belum merata, serta perhatian pemerintah yang belum ada. Dilaksanakan pula penyuluhan warga dengan narasumber Arif Darmawan, konsultan Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/ Bappenas sekaligus alumni pascasarjana Ekonomi Marmara University Turki, beserta Dea Audia Santi dan Mustafa Kursun, pasangan inter-racial Indonesia-Turki yang produktif dalam berkarya. Bersama-sama belajar tentang “Teori Perubahan” serta sekali lagi mencari segala potensi sekaligus hambatan bersama fasilitator dari tim dan relawan untuk mempermudah desa dalam merumuskan langkah-langkah kemajuan. Potensi tanah yang subur dan memungkinkan untuk bertani selain padi, masyarakat yang antusias dan bergotong royong, serta kemampuan warga dalam menganyam menjadi poin penting.

Khusus sebagai media berbagi dengan pemuda desa, diadakan diskusi politik, berkewarganegaraan, dan seputar pendidikan yang diisi oleh tim dan relawan, yaitu jurnalis Farah Fuadona serta ketua panitia. Mentari dari Turki bekerja sama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) membagikan beras dan paket pangan, serta mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk 200 orang. Kepada Mentari dari Turki, para donatur pun menitipkan puluhan kardus donasi pakaian layak pakai, buku, keperluan lainnya, serta uang sejumlah Rp15.000.000,00 untuk secara bersih disumbangkan kepada desa dan warga. Selain itu, hasil konkrit yang diberikan oleh tim adalah pembangunan 2 MCK yang sudah jadi dalam waktu sehari serta beberapa yang akan dibangun, pembangunan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dan Taman Bacaan Masyarakat. Salah satu partner sinergi Mentari, yaitu JAFECI (Jabodetabek Feroza Club Indonesia) pun berencana akan membuat spot off road sehingga dapat pula meningkatkan perekonomian desa.

Mentari dari Turki menginginkan kebaikan yang menular. Beruntung, hal tersebut sejalan dengan visi seluruh tim dan relawan, Bapak Aliyuddin selaku Kepala Desa Mekarmanik, pengisi, partner sinergi, serta donatur dan segala pihak pendukung, terutama Edi Miranto, Ketua PPI Turki sekaligus mahasiswa pascasarjana Hubungan Internasional Sakarya University Turki, yang meneruskan sebuah kutipan kepada tim yaitu, “Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik ambil bagian untuk menyalakan setidaknya sebatang lilin saja”.

Ttd,
Mentari dari Turki

comments powered by Disqus